Lapak Rami320 langkah ke ring
Tali menipis tiap ronde.
Setiap petarung naik ring dengan kard, balutan rami dari buku jari sampai siku. Di Kardwai, rami itu ikut bertarung.
Tiap ronde lilitannya aus. Balutan yang tipis membuat pukulanmu lebih cepat dan buku jarimu lebih terbuka. Kamu memilih kapan membalut ulang di sudut, dan lawanmu melihat tanganmu menipis.
Ronde 1
Lima lilit. Tanganmu berat, buku jari aman.
Kru ThaweeDia duduk di lapak rami sejak sore dan menonton siapa yang membalut terlalu kencang.Longgarkan. Tarik napas. Ulangi.
Bangku Bambu210 langkah ke ring
Dua belas petarung menunggu namanya dipanggil.
Bangku bambu itu memanjang di sepanjang lorong lampion. Sambil menunggu giliran, tiap petarung menjaga lapak keluarganya.
Mali Duangta
Dua puluh tahun lalu dia bertarung di ring yang sama. Sekarang dia menabuh gendang untuk semua petarung, dan masih bisa menangkis dengan satu tangan sambil menabuh dengan tangan lain.
Ikuti gendangku. Jangan mendahului.
Pran Suwit
Ahli siku kidal. Lapaknya menggelar jimat kayu yang dia ukir sendiri, katanya. Dia memutar satu jimat di jari dan tersenyum terlalu lebar kepada siapa pun yang lewat.
Mau lewat? Lewat saja. Aku cuma melihat.
Lapak Gendang90 langkah ke ring
Wai Kru
Sebelum ronde pertama, petarung menari untuk gurunya. Di Kardwai kamu memainkan tarian itu: empat sikap, empat ketukan gendang Mali.
Sikap yang tepat pada ketukan menyalakan satu lampion dan mengisi Irama. Lampion yang menyala lebih hangat membuat musik di tepi ring mempercepat ritme seranganmu. Sikap yang meleset hanya memadamkan lampion sebentar.
Tekan panah atau tombol sikap saat lingkaran terisi penuh. Tanpa suara pun tetap bisa dimainkan.
Ring Halaman WatKamu sudah sampai
Siku, lutut, dan clinch.
Fighting 3D satu lawan satu. Kamu menangkap leher lawan, menarik, lalu menaikkan lutut. Setiap benturan meninggalkan debu di kanvas.
5 ronde3 menit12 petarung6 ring
Khao Fonlutut hujan, milik Nok
Sok Lomsiku jatuh, milik Pran
Nok belajar di geladak yang bergoyang.
Nok Saengchan berlatih di ponton sejak umur sembilan. Pita merah di atas lutut kirinya dari ibunya. Dia jarang bicara sebelum bertarung.
Enam ring di Pak Nam Rai
- Halaman WatRing utama malam ketiga.
- Geladak PontonLantai ikut bergoyang mengikuti arus.
- Lapangan Padi KeringTanah retak, debu naik setinggi lutut.
- Belakang Pasar IkanLicin, sempit, bau garam.
- Halaman SekolahTiang bendera menjadi sudut ring.
- Pelataran DermagaAngin laut mendorong tendangan.
Empat SimpulSebelum naik ring
Lepaskan simpulnya dulu.
Kru Thawee menepuk bahumu. "Baca dulu." Tiap simpul membuka satu dokumen: datamu, aturan bermain, lisensi, dan bantuan.






